Pages

Minggu, 01 Desember 2013

amalkan ia dengan cinta

kali ini bukan semilir angin, bukan senja atau lainnya. karena kali ini saya ingin berbagi tentang.. resep dokter. hehehe

maaf kalo ga nyambung dan rada garing. oke jadi gini, misalnya kita sakit dan harus ke dokter (misalnya lho mislanyaaa). tentu setelah itu kita bakal dapet resep dokter.

otomatis kita pengen sembuh. dan kalo kita pengen sembuh, apa yang kita lakukan terhadap resep dokter itu?
sekedar dibaca, apakah langsung bikin sembuh? *yaa yaaa! tidaaak! bisa jadi bisa jadi*
sekedar tau, *oh ini 3x sehari, ini namanya obat 'tuuuut', dsb* apakah langsung bisa sembuh?

 mungkin kira-kira begitu ibaratnya ilmu. kalo sekedar dibaca, tahu, paham, tapi tak ada pengamalan, selum sempurna rasanya ilmu yang kita dapat akan bermanfaat..

mengingat pula sabda Rasulullah yang suatu hari nanti akan kita alami sendiri..
"Tidak akan bergeser telapak kaki hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya, (salah satunya) tentang imunya, apa yang sudah ia amalkan?"
[HR. Tirmidzi, dinilai shohih oleh Al-Albani]

saat seseorang memiliki niat ikhlas dalam berilmu, ia akan mengerti kalo ilmu bukan tujuan akhir.. tapi ilmu sebagai bekal untuk beramal sholih..

bahkan, "seseorang tidak dianggap berilmu selama ia tidak mengamalkan ilmunya," (Iqtidhaaul 'ilmi Al-amal hal 18)

ada pula yang mengatakan, ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah.
jika demikian, apa yang bisa kita dapat?

maka jika sudah kau simpan ilmu itu dalam catatan-catatanmu, amalkan ia satu persatu..
*jangan lupa INGATKAN AKU :)


"Hendaklah kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita baca, bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan, bukan pula dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani, tapi dari amal yang keluar dai setiap desah napas kita.."
[Ibnul Qoyyim Al-jauziah]

Jumat, 15 November 2013

ikatlah ia dengan tinta emasmu

lagi, semilir angin berhembus pelan membelai kerudung kami satu persatu. awan mendung nampak semakin menggelap dari dalam mushola yang masih 'ramai' oleh lingkaran-lingkaran kecil majlis ta'lim yang semuanya adalah akhwat.

aku menggenggam sebuah buku kecil berwarna hitam. buku yang mulai usang, karena sudah lama tak kugunakan. namun begitu, buku inilah yang menjadi saksi bagaimana aku belajar menjadi seorang hambaNya yang mulai mencoba mengerti.

"pada bawa catatan, kan?" tanyaku di tengah-tengah salah satu lingkaran itu.
"oh iya.."
"aduh, lupa.."
"emm, bentar mbak. tasku diluar."
"catet di HP aja ya mbak.."

aku tersenyum, sejenak merapikan posisi dudukku agar lebih nyaman di lingkaran itu. satu persatu 'peserta' lingkaran itu mengambil catatannya masing-masing, kecuali dua orang yang sudah bersiap dengan catatan kecil di tangannya. tak lama, lingkaran itu kembali penuh seperti semula.

"oke, kenapa mbak minta kalian nyatet?"
"ilmu itu ibarat buruan kak. akan lari kalo ga diiket.." seseorang di kananku menjawab dengan mantap, mengulang kata-kataku saat pertama melingkar bersama mereka.
"beneer. ada yang lain?"

mereka sibuk berpikir. lagi-lagi aku tersenyum melihat tingkah mereka. setiap melingkar, mereka begitu semangat mendengarkan, apalagi bertanya. belum sampai selesai pemateri berbicara, segera ada yang 'menyela' (baca: menambahkan ilmu), juga bertanya dan berebut dengan lainnya. tapi sepertinya, mereka belum paham benar makna "Qayyidul 'ilmaa' bil kitaabah" itu bagaimana.

"Oke. adik-adik yang kusayangi karena Alloh, pernah makan krupuk?"
"pernaaaah!" jawab mereka serentak.
"beda ga krupuk di dalem toples sama krupuk yang kelamaan diluar?"
"beda mbak. kelamaan diluar bisa mlempem."
"hehe, yak tuuul. ibaratnya macem krupuk. disini, di dalem "kaleng" ta'lim ini kita semangaaat banget, alhamdulillah. semangat dengerin tausyah, semangat berbagi ilmu. dan jangan sampe ketika diluar nanti, kita justru mlempem. maka, bawa semangat itu ketika kita keluar. simpan semangat itu dalam catatanmu, dengan tinta emasmu, yang suatu hari nanti akan sangat bermanfaat saat kamu baca lagi.."

memoriku mulai berjalan mundur ke masa lalu, kira0kira tiga tahun yang lalu. tepat saat aku baru mulai belajar mengerti, belajar memperbaiki diri, disini, di tempat ini. mereka sama halnya dengan aku dan kawan-kawanku dulu. semangat itu masih terasa hingga kini. meski kemudian, seleksi alam akan mulai berjalan. entah, siapa yang akan mampu bertahan.

meski selama apapun engkau belajar, sepintar apapun engkau dalam ilmu, tetaplah "Tarbiyah madal hayah". belajar, sampai kapanpun. sampai suatu hari engkau kembali. dengan tak lupa mengamalkannya satu persatu. dengan membukukannya dalam catatan indahmu.

simpan, simpan ia dalam kenangan terindahmu. dalam memori yang tak kunjung terkelupas.
setidaknya, ia adalah sarana menuju syurga. ia, ilmu, yang kau miliki, hanyalah setetes air yang keluar dari jarimu saat kau celupkan tanganmu ke dalam samudera. ia hanya setetes, dibanding ilmu Alloh yang luasnya tak terkira.

 Qayyidul ilmaa bil kitaabah. ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
terimakasih kepada murabbi, kawan, ustadz, ustadzah, orang tua, yang telah memberikan kontribusi atas  tersampaikannya ilmu dalam diri ini.

Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?" Nabi Saw menjawab, "Majelis-majelis taklim." (HR. Ath-Thabrani)

semoga bisa istiqomah berilmu, beramal dan mengajarkannya.


Sabtu, 09 November 2013

apa kabar saudariku?

ya, apa kabar saudariku?
masih kuingat jelas senyummu yang dulu.
dulu, karena kini kau begitu rapat menyembunyikannya dariku.
semahal itukah?
entah.

masih kuingat jelas semangatmu dalam berilmu.
semangatmu kala mengingatkan kawan-kawan semasa dulu.
dulu, karena kini kau tahan semangat itu.
entah semangat apa yang kau miliki saat ini, aku tak mengerti.

pun masih kuingat kerinduanmu dalam ukhuwah kita dulu.
beberapa hari tak bertemu, kau rindu.
rindu untuk berkumpul dan bersua karnaNya, bukan begitu?

ah, saudariku.
aku sudah lupa jika itu dulu.
entah setan macam apa yang kini merebutmu dariku.
merebut hatimu dari indahnya ukhuwah ini.

saudariku, aku bahkan tak mengerti.
secepat ini bumi berputar, dan secepat itu imanmu berlalu.

baru kemarin rasanya kau bertanya ini, itu dan kau amalkan sebisamu.
baru tadi rasanya kau minta mamamu tuk cepat-cepat belikan hijab yang baru.
hijab yang Alloh kehendaki.
hijab yang benar-benar melindungimu.
namun tak sampai beberapa hari, kau ganti lagi.

kau berubah.
membekaskan setitik kekecewaan di hati kami.

kau berubah.
bahkan tak sedikitpun merasakan kesedihan kami.

bahkan kau tertawa, karena bisa 'berlepas diri' dari kami.
itukah yang selama ini kau mau?
lalu dimana semangatmu yang dulu?

mungkin benar adanya.
jika Alloh tak menghendaki hidayah pada seorang hamba, tak dapatlah hamba itu merasakannya.

saudariku, kami merindukanmu. dan mencintaimu karna Alloh.
semoga hidayahNya kan menerangi kembali hatimu kini :))


Jumat, 08 November 2013

kau hanya tak mengerti

malam semakin pekat saat aku menuangkan teh hangat di cangkir kecilku.
angin malam melambai pelan meniup kerudung biruku, pertanda bahwa jendela ruang tamu belum ditutup.
pelan tapi pasti kulangkahkan kaki menuju kamar sembari mengambil ponsel yang terletak di meja ruang tamu.
aku tersenyum saat melihat nama seorang teman muncul di hpku, pertanda pesan singkat darinya.
namun tak sampai lima detik, senyumku berubah setelah membaca pesan singkatnya.

**

"kok manyun?" tanya seorang teman saat aku menghampirinya pagi itu. aku terdiam beberapa saat, sampai akhirnya keluarlah perasaanku dalam kata2 yang kulontarkan padanya. dengan tenang dan senyuman, ia menjawab,
"cie.."
 "kok cie?"
"abisnya kamu mellow gitu pas ada masalah sama dia,"
"aduh ci bukan itu masalahnya,"
"trus?"
".."
"ngaku aja, hati ga bisa sembunyi," cici, temanku mulai membuka laptop hitamnya.
"bukan itu ci.. masalahnya, entah kenapa aku selalu serba salah di mata dia. ini bukan soal perasaan merah jambu, apalah itu. ini soal.. em, harga diri, ci.."
"hmm.. iya-iya. cerita lagi deh gimana lengkapnya,"
"awas kalo masih keluar cie-cie lagi,"
"iyaa. ntar yang keluar 'cihuyy'.." cici tertawa lebar, segera kucubit lengannya.
"entah kenapa sama manusia yang satu ini, aku selalu ngerasa diremehin.. bukannya apa-apa, tapi kan ga enak juga,"
"diremehin gimana?" cici mulai mengetik seperti seorang wartawan yang baru mendapat berita.
"hmm.. pernah, dulu aku diingetin sama beliau, dan akunya ga masalah. trus kemarin gantian ku ingetin beliau dengan kata-kata yang sama kayak dulu beliau ingetin aku, tapi kok kayaknya beliaunya ga suka gitu,"
"trus?"
"trus setiap aku ngomong, entah itu di forum ato bukan, beliau selalu komentar, seolah-olah ngejudge.. ah pokoknya.. gitu deh."
"perasaanmu aja kali,"
"iya, tapi ngena banget,"
"ga usah terlalu dipikirin,"
"tapi kepikiran teruus,"
"hmm..kadang kita itu ngeliat orang cuma sebagian. cuma di bagian-bagian yang paling berpengaruh ke kita. dan sayangnya, yang kamu liat tuh pengaruh negatifnya," kata cici mulai membijak. ia menutup kembali laptopnya.
"gimana tuh ci?"
"aku liat dia ke kamu ga gitu-gitu amat kok. emang sih kadang kalo ngomong suka nge-jleb, tapi inget ga pas acara *tuuut* dia ngomong apa ke kamu?"
"inget sih.. tapi kayaknya itu cuma sebatas menghibur,"
"ah, nggak juga. trus soal dia bermasalah pas kamu ingetin balik, bisa aja dia lagi ga mood. coba deh diajak ngomong baik-baik, pasti ga gitu lagi kejadiannya. maklumlah orang sibuk dianya, kalo lagi cape mungkin gitu,"
"tapi ci,"
"inget ga pepatah, 'jangan liat orang sebelah mata'? nah itu pepatah juga bisa kamu pake di posisimu sekarang,"
..
"iya juga ya ci,"
semilir angin menepuk wajahku pagi itu. cici tersenyum dan mengacungkan jempol padaku.
"husnudzon sis," katanya.
"oke sis, makasih pencerahannya,"
"senyumnya mana?"
"masih susah ci,"
"yaampun, perlu dibeliin nasi kucing dulu?"
"nah iya, itu maksudnya," tanpa aba-aba akupun memperlihatkan sesimpul senyum. cici segera menarik tanganku dan berjalan ke arah warung nasi terdekat.

**

mungkin bener kata cici, yang kita pikirin belum tentu semuanya benar. ibarat lagi nyetak foto di tempat orang dan ada satu bagian yang rusak, kita malah fokus ke satu bagian yang rusak itu dan ngomel abis-abisan padahal masih banyak bagian yang bagus juga.

apapun keadaannya, baik kita di posisi yang 'di-bully' ato orang lain yang 'ke-bully', keep husnudzon. hehehe :))

Rabu, 16 Oktober 2013

saatnya berkaca

Saatnya berkaca, siapa diri ini sebenarnya.
Saatnya berkaca, sudahkah lisan terjaga.
Saatnya berkaca, apakah diri ini sudah semestinya seperti yang pernah dikata.

Aku bukanlah siapa-siapa.
Aku diciptakan dari tanah, dan akan kembali ke tanah.
Aku dimiliki oleh Dzat yang Maha Raja, maka aku tak punya kuasa apa-apa.
Aku ini lemah, kecil, tak berdaya.

Hanya mulut besarku yang kerap terbuka.
Berkata seolah tak ada yang terluka.
Bicara tanpa mengerti apa yang kukata.

Aku ini manusia.
Aibku ada di sana sini.
Bertingkah seolah tak ada yang mengawasi.
Padahal setiap hari, aku disorot cctv.

Aku sering bertanya.
Akan kemana diriku nanti.
Saat semua telah berakhir.
Saat semua hal akan bertemu ujungnya.
Saat semua akan berhenti pada waktunya.

Saatnya berkaca, siapa aku sebenarnya.
Aku hanyalah titipan.
Yang hendak dicoba, diuji dengan segala cara.

Aku hanya akan tunduk pada Majikanku, Sang Pemberi Makan, Minum, Sabun, dan segalanya.
Aku harusnya malu jika setitik noda membelenggu hatiku.

Setidaknya aku harus malu, saat aibku tercecer sepanjang hidupku.

Aku harusnya malu.
Aku pernah berjanji, tapi kuingkari.

Aku harusnya malu.
Aku sadar Ia Maha Besar
 Tapi di hati ada yang lebih besar.

Aku malu, sangat malu.


Setidaknya kini aku berkaca.
Sudahkah diriku seindah yang didamba.
Sudahkah lisanku terjaga pada semestinya.

Aku manusia. Aku milik-Nya.
Dan aku minta maaf atas segalanya.

:')

16/10/2013
20:24


Minggu, 06 Oktober 2013

buat emak

hapus air matamu, mak

23 Januari 2011 pukul 20:06
tempat ini terasa sunyi
tak segalau ketika emak mulai memaki
tak ada keributan diantara kedua bocah yang berebut remote tv
tak ada keluhan emak yang menyakitkan hati

tempat ini masih sunyi
tak pula secerah esok tadi
mungkin emak lupa menyalakan lampunya
atau terlalu lelah dengan pekerjaannya
hingga ia memilih tidur tanpa memerdulikan rumah tuannya

isak tangis yang terdengar membuat langkahku berhenti
kudekap erat jilbabku yang bergoyang oleh angin malam
ku dengarkan sayup-sayup terisak yang lirih meronta

ku langkahkan kaki kecilku
menghampiri isak tangis yang memilu
dan kudapati emak membisu
tatapannya kosong, dengan airmata menggenang di pelupuk mata
di bawah sinar rembulan yang menyinari wajahnya

emak memakiku
dengan makian yang tak biasa emak lakukan
emak menatapku tajam
lalu pergi menghilang

mak,
aku tau air mata itu
aku tau raut kesedihanmu
aku tau apa yang kau pendam dalam hatimu

dan aku tau
wajahku ini yang mengingatkanmu dengan anak-cucumu

meski kau maki aku
meski kau hujani aku dengan sejuta kemarahanmu
itu karena kerinduanmu pada anak cucumu


Mak,
tersenyumlah untuk anak-cucumu
yang selalu menantimu hingga ujung waktu
dimana engkau ada disaat mereka merindukanmu

Mak,
tetaplah tabah bersama waktu
dengan segenap kekuatan yang kau miliki, engkaulah wanita perkasa untuk anak-cucumu

Mak,
aku sangat ingin membuatmu bertahan dengan kegigihanmu,
bergulat dengan tangis demi anak-mu,
namun aku hanya dapat tersenyum,
bahwa kau memang ibu terbaik untuk anak-cucumu yang selalu setia mengunngumu

Mak,
ingin rasanya kujumpai anak2mu disana
beri kabar bahwa kau baik2 saja
dan ingin segera bertemu mereka

Mak,
aku tau airmatamu itu
bila kau rindukan anak cucumu, titipkan slam rindumu lewat sujudmu
Lewat doa yang kau kirimkan untuk anak cucumu
Agar kelak kalian bissa bertemu, dengan kebahagiaan tiada tara di pelupuk matamu





Untuk seorang ibu yang jauh dari anak-anaknya
tanpa kau tutupi, aku tau air mata itu

untukmu, kawan

bismillaah
lama tak menulis lagi
demi sekedar mengisi, ini tulisan saya 3 tahun yang lalu, pernah saya posting di note FB. saat SMP
semoga bermanfaat

untukmu, kawan

26 September 2010 pukul 23:45
bacalah, semoga bermakna,,


hai kawan

ingatkah kalian hari dimana kita dipertemukan ?
waktu disaat kita bermimpi untuk menyatukan harapan,
dan gemerecik tawa kita yang menghiasi perbedaan
dalam sebuah melodi yang disebut kebersamaan

namun kebersamaan kita tak selalu berselimut kegembiraan
kadang badaipun datang
tak sedikit pernah terucap kata perpisahan
tapi yang namanya persahabatan , sejatinya kembali pada kebersamaan
yang merajut perbedaan menjadi satu hati yang takkan tergantikan

kepada kawan, teman, dan indahnya persahabatan
pada pesan2 yang terabaikan
atas kesalahan yang belum termaafkan
sebelum kata terlambat menjelang
sebelum hari ini aku melupakan seorang teman
maaf segera kusampaikan

kepada kawan, teman, dan indahnya kisah persahabatan
aku menangis senang
atas pertemanan yang kalian senandungkan
dalam bait2 kehidupan yang kadang tak sejalan

terimakasih kawan
untaian kata ini hanya selembar kisah kita
semoga kebersamaan ini kan slalu membawa makna :)

insomnia sambil fbean , 26 september 2010 jam duabelas kurang
#thanks to my sister . pulsanya abis buat bikin ini catetan . hkakaka

Jumat, 10 Mei 2013

Pagi, Mblo :)

“Pagi mblo!”
 “Haloooo, mblo!”

 Pagi itu Putri gondokan. Pagi-pagi udah dibikin badmood gara-gara ngeliat status temen-temennya kayak gitu. Simpel emang, niatnya Cuma ngucapin met pagi dsb dsb, tapi ‘mblo’nya itu lho! Bikin Putri ngerasa itu penghinaan atas dirinya yang jomblo.

 Jomblo atau gak punya pacar alias single. Yup, jomblo! Sekarang ini nggak punya pacar berasa jadi aib nasional –itu kata ustadz saya yang ternyata benar.

Sadar nggak sih, satu kalimat simpel itu terkadang bisa menjerumuskan. Menurut Putri, dia ngerasa terhina (duh) karena dipanggil jomblo. Lama-lama karena nggak betah, Putri pun memutuskan,

“Biar nggak dibilang jomblo terus, mendingan gue pacaran!”

Setelah itu Putri beneran punya pacar. SMS-an sampe lupa makan, senyum-senyum sendiri kalo lagi mandi, udah jarang banget bantuin ibunya di rumah karena ngeloyor mulu sama pacarnya,pegangan tangan sama pacar padahal bukan mahromnya, sampe lupa nggak sholat karena lagi maksiat! Na’udzubillah. Dan yang lebih parahnya lagi kalo sampe perzinahan terjadi. Na’udzubillahimin dzalik.

Men, apa kita nggak mikir sampe situ? Emang sih nggak semua pacaran berujung zina, tapi banyak zina yang berawal dari pacaran –kata Ustadz Felix Siauw dalam bukunya, “Udah Putusin Aja!”

 “Yang bener aja, kita pacaran juga nggak ngapa-ngapain kok!”

 Padahal Allooh SWT berfirman dalam surat Al-Israa’:32, “Dan janganlah kamu mendekati zina..”

yang bilang bukan saya lho ya, ini yang bilang Allooh langsung. Dan emang banyak ‘kerugian’ yang terjadi kalo kita mendekati zina, yang disebut dengan pacaran dan sebagainya itu. Biasanya kalo itu beneran terjadi, kita baru sadar, padahal udah telat. Tapi apa ya kita mau sampe beneran kejadian dulu? Makanya Allooh udah ngewanti-wanti! Kurang baik apa coba Allooh ke kita, tapi kadang kita masih nggak tau bahkan nggak mau tau.

Jadi ngerti kan kenapa manggil ‘jomblo-jomblo’ itu bisa menjerumuskan? Kadang ada sih temen kita yang cuek kalo digituin, tapi tetep kita perlu jaga lisan, alias ngejaga apa yang kita katakan.

 Seperti halnya “cieeee”-nya kita ke temen yang ngasih sesuatu karena tugas sekolah ke lawan jenisnya atau kebetulan ketemu. Pas di ROHIS misalnya, ada ikhwan yang ngasih ‘sesuatu’ ke temen kita yang akhwat, padahal itu buat keperluan ROHIS, biasanya yang terlontar dengan refleks adalah “CIEEEEEEEEE.” Apa kita nggak mikir gimana perasaan temen kita? Ternodaikah hatinya dengan candaan yang kita lakukan? Terlenakah ia sampai ia terus memikirkan ikhwan itu hingga terus terbayang-bayang dan zina hati? Jangan ya, sob. Kasian temen kita.

Oke sob, sekecil perbuatan bisa jadi dosa, begitu pula sebaliknya. Nggak sadarkah satu kata yang kita ucapkan kadang bisa jadi bencana? Nggak main-main lhoh ya..

Ohh iya, cerita Putri masih berlanjut. Ngeliat tweet-tweet tentang pacaran dan baca-baca status temennya yang lain tentang bahaya pacaran, Putri akhirnya sadar. Iapun memutuskan untuk memutuskan dengan keputusan bahwa ia putus!

 Intinya Putri mutusin pacarnya, karena dia lebih takut murka Allooh ketika ia mendekati zina.

Sekian :)

Minggu, 24 Maret 2013

sang idola



Di suatu senja yang mendung, pertanda kalau bentar lagi gerimis, si Joni lagi asik benerin jambulnya di depan kaca sambil berdendang lagu band.
“Mau kemana, Jon?” tanya Jeni, kakaknya.
“Dih kakak ketinggalan berita banget, ga ngerti apa ada konser NOAH malem ini?” jawab Joni sekenanya. Jeni menatap adiknya dengan geleng-geleng
“Bentar lagi maghrib, dek. Siap-siap yuk” ajak Jeni dengan senyum penuh arti.
“Aduh gimana ya kak, Joni harus buru-buru nih, ntar kalo sampe telat Joni bisa kehabisan tempat, gagal dong nonton NOAH-nya!” denger adiknya ngomong begitu, Jeni makin kenceng aja geleng-geleng kepalanya.
“Dek, kan konser rame banget tuh ya, trus biasanya pada desak-desakan gitu kalo nonton, dan ga jarang banyak orang yang tewas karna pada berantem dan sebagainya, kalo mislanya Joni jadi korban trus meninggal, padahal Joni blom sholat maghrib, Joni mau bilang apa pas di alam kubur nanti?” Tanya Jeni serius.
“Ya ampun kakak kok malah do’ain Joni yang nggak-nggak sih!”
“Kakak nggak do’ain dek, kan ajal bisa kapan aja. Terserah Joni mau pilih yang mana, mau sholat tepat waktu ato nonton konser tepat waktu..” Jeni langsung ngeloyor pergi meninggalkan Joni yang mulai ketakutan setengah mati, segera ia merapikan jambulnya dan bergegas mengambil air wudhu, karena adzan maghrib juga sudah berkumandang.
**
Kemunculan fenomena idola saat ini emang udah kelewat batas. Usut punya usut, munculnya idola-idola ini mengalihkan perhatian kamu sebagai remaja islam, yang biasanya rajin ngaji jadi rajin nonton TV, trus ikut-ikutan pacaran ala artis-artis idola yang ujungnya ke zina, na’udzubillah.
Nah, ada kisah menarik antara Zi dan Zul. Zi ngefan banget sama Shinee, SNSD, SuJu, pokoknya all about Korea. Kalo Zul ngefannya sama seseorang yang dia gak pernah lihat sebelumnya, belum pernah ketemu tapi kagum banget sama sosoknya. Siapa lagi kalau bukan motivator nomer 1 di dunia, Rasulullah Muhammad SAW.
Zi ngeliat idolanya di TV tiap hari, joget-joget sambil nyanyiin lagu-lagu mereka. Zi Cuma bisa ngeliat mereka dari jauh, pengen ketemu mereka tapi ga pernah kesampean. Sedangkan Zul, kekagumannya bawa manfaat yang luar biasa. Yang dulunya ngebet pengen sama kaya artis idolanya, sekarang kalem dengan wajah ceria. Hatinya lebih adem, karna dari Rasulullah dia belajar banyak hal. Keikhlasan, kejujuran, dan kebahagiaan yang hakiki dalam bingkai islam. Hatinya jadi lebih adem, berasa lebih ganteng.
KPOP emang bagus, tapi lebih bagus mana sama Rasulullah yang sudah lama mendunia? Ialah manusia mulia yang diutus Allah ke dunia. Ia menjadi penyempurna akhlak disaat dunia diserang krisis kebaikan.
Kagum sih boleh aja, tapi tetep inget sama Yang Maha Kuasa. Jangan sampai kita terjebak pada kekaguman kita sama idola trus ikut-ikutan melakukan hal yang negatif, dan jangan mengidolakan orang yang mendorong kita jauh dari-Nya..
Oleh karena itu, idolakanlah orang yang mendorong kita untuk selalu dekat dengan kebaikan bahkan yang pertama kali konsisten melakukan kebaikan tersebut. Maka, tentu tidak ada pilihan yang terbaik kecuali Rasulullah SAW. Karena kita tidak mengetahui seorang pun yang menyamai Rasulullah dalam hal kebaikan dan teladan untuk selalu taat kepada Allah SWT.
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati; semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (Qs Al-Israa:36)
Jangan jadi generasi bebek yang asal ikut-ikutan ya, ngefans ini itu tapi ga tau apa-apa, ga tau kalo ternyata mereka ‘membahayakan’ kita. Nah, hati-hati dengan artis yang kita idolakan, lebih baik sandarkan kekaguman kita kepada seseorang yang lebih mulia. Siapa lagi? Rasulullah dong.
Hidup ini cuma sebentar, ambillah sebanyak-banyaknya kemanfaatan, sebelum ajal datang, perbaiki diri dengan meninggalkan segala kesia-siaan. Karena di akhirat nanti, kita bakal dikumpulin sama idola kita. Ketika itu, ga ada yang bisa ngasih pertolongan kecuali Alloh dan rasulNya. Bayangin kalo misalnya kita ngefan sama Lady Gaga, bisakah dia nolongin kita? Boro-boro.. hehehe.

“Mengidolakan artis Cuma seneng di dunia, belum tentu seneng di akhirat, dan justru akan melenakanmu karna lupa sholat lima waktu”

“Mengidolakan KPOP, NOAH dan artis lainnya udah sangat biasa. Tapi mengidolakan rasulullah Muhammad SAW sungguh kece luar biasa.”

So, pilih yang mana?
Jadilah Remaja Muslim yang Cerdas!

Selasa, 12 Maret 2013

Sebatang Rokok Lama

entah bagaimana ia menghabiskan masa muda dengan sebatang rokok di mulutnya.
sebatang rokok yang dihisapnya setiap hari, semakin hari, mengendap dibalik dada, zat-zat kimia yang katanya berbahaya.
hingga ketika ia beranjak dewasa, sakit itu menimpanya, terpaksa ia berhenti dari rutinitas bersama sebatang rokoknya.

sampai tiba saatnya, seorang gadis kecil lahir ke dunia. gadis kecil, putri pertamanya yang telah dinanti sekian lama. ia tumbuh seperti biasa, seperti anak-anak yang lain. namun ia lemah. karena sebatang rokok memberi beban dalam hidupnya.

gadis itu tumbuh dengan penyakit di dadanya. entah apa namanya, sesak yang ia rasa. sejak kecil ia sakit-sakitan, dan setiap ia sakit ayahnya selalu ijin dari kantor.. sampai-sampai, teman-teman kerjanya hafal.. "anakmu sakit lagi?" begitu katanya.

namun ayah tak pernah mengajaknya bicara. pernah, hanya sebentar dan saat-saat penting. duduk bersama untuk mengobrolpun hanya saat-saat tertentu yang ia rasa. ayah tak pernah tersenyum padanya, entah malu atau apa. tapi kepada anak-anak kecil, ia begitu penyayang. ayahlah orang yang paling dirindukan anak-anak dirumah itu.

setiap gadis itu sakit, ayah yang paling panik. ayah yang dingin, sangat dingin, tiba-tiba menjadi sangat lembut ketika anak sulungnya itu kambuh. entah, mungkin merasa bersalah. karena kata dokter, penyakit anaknya adalah penyakit keturunan.

setiap bulan bahkan setiap hari, obat-obatan kimia terus diminumnya, demi kesembuhan yang selama ini didamba. namun hari demi hari, sampai ia beranjak dewasa, sakit itu masih ia derita, kambuh saat ia mencoba untuk sembuh. kambuh saat ia berusaha untuk melawan segala keterbatasannya.

gadis itu, ia tak mau menyalahkan siapapun. ia tak ingin menyesali masa lalu ayahnya. ia tak ingin marah padanya. karena sedingin apapun ayahnya, ayah yang paling berjuang untuk gadis itu sembuh, bagaimanapun caranya.

"Ayah, aku tak butuh obat-obat kimia yang bisa kau beli. Sudah banyak obat yang kuminum, tapi masih saja begini. Ayah, mungkin satu permintaanku ini adalah obat jika kau mau menurutinya. Ayah, jadilah imam di setiap sholatku, sampai akhir nafasku.."


Kamis, 10 Januari 2013

nostalgia dari Sekaten

ke Sekaten semalem bagaikan kembali ke masa lalu, masa kecil
masa dimana tiap malem minggu selalu diputer-puterin sama ortu keliling kota
masa dimana tiap minggu pagi selalu diajakin ngeliat dunia diluar sana
ngeliat sesuatu yang baru, belajar dari setiap hal yang kita temui

ketemu banyak hal ajaib semalem, ini nih..

1. Bianglala, mainan yang kurindukan


     walaupun semalem emang ga sempet naik bianglala. sedikit bernostalgia dengan melihatnya. ada banyak cerita tentang bianglala.

     dulu ketika masih kecil, ke sekaten jogja bareng keluarga sepupu. saat yang lain minta makanan dan jajanan, aku bandel minta naik bianglala. bianglala itu tinggi, gak ramah buat anak-anak seusiaku waktu itu, begitu kiranya tanggapan saudaraku. tapi aku memaksa dan akhirnya naik bianglala juga, sama almarhumah sepupuku yang waktu itu udah punya anak 4tahun lebih muda dari aku. sodara-sodara yang lain cukup ngeliat dari bawah

     semenjak itu tiap ke THR selalu minta naik bianglala. cuma ibu yang mau nemenin naik. kalo udah di puncak, bisa liat apa aja ttermasuk lapangan bola yang selama ini cuma kuliat di TV-TV.

     aku selalu suka naik bianglala, aku bisa ngeliat apa aja di ataasnya, dan melawan rasa takut saat ia berputar ke arah mana saja.


2. kapal-kapalan

     gak mikir bakalan dibeliin ginian. padahal aku udah kelas 3 SMA, kemaren pas beli diliatin anak kecil, ga malu sih, tapi rada gengsi -apa bedanya. yang kecil harganya 6rb, yang gede 12rb. biar bisa jalan, bagian belakang kapal dikasih potongan seng yang ada kapasnya, dikasih minyak trus dinyalain pake api. sebelum jalan dikasih air dulu di bawahnya, lewat bolongan kecil di belakang kapal -yang aku liat kemaren gitu, tapi gatau biar apa. trus taro tu kapal di ember, jalan deh.

     terakhir beli mainan itu adalah 10tahun yang lalu, waktu wisuda kakak sepupu di UNS. dibeliin sama temennya kakakku, trus ilang.

     ga rugi juga beli ginian. ngeliat kapal itu bergerak, senyum ikut tergerak. barang langka yang cuma ada di indonesia. bahagia ga selalu dengan kemewahan, ato hal-hal yang menarik. bahagia itu simpel.


3. wedang ronde

     gambarnya monggo search di google. wedang ronde itu isinya bulet2 isinya kacang ijo sama kacang sama itutuh merah-merah, lupa namanya apa -__- trus dikasih kuah air jaheyang mungkin dikasih gula jawa. kalo salah maap yaa hehe ini ngawur soalnya

     dulu tiap malem pasti bapak beli wedang ronde. tapi sekarang entah kemana si penjual ronde berada. danm semalem sebelum ke sekaten ngeliat wedang ronde di depan sma4, pengen makan tapi masa iya sendirian. sampe di sekaten ternyata makan wedang ronde juga.

Minggu, 06 Januari 2013

you make it easy

lirik lagu lagi,
masih bingung mau nulis apa
puisi? ga ada ide
artikel? lagi males mikir yang berat2

itung-itung nostalgia jaman baheula
ini lagu jadul banget, jaman saya SMP
dulu waktu SMP belom kenal nasyid segala macem, masih bandel hehe..
dulu ketika masih demen2nya sama Jason Mraz, Beyonce, NeYo, David Archuleta, Lenka, dan sebangsanya
ini dia satu lagu yang paling saya demenin dan paling bikin ati kesetrum ala ababil..

plain with t's, judulnya 1 2 3 kalo gasalah

1, 2, 1, 2, 3, 4
Give me more lovin’ than I’ve ever had
Make it all better when I’m feelin’ sad
Tell me that I’m special even when I know I’m not
Make me feel good when I hurt so bad
Barely gettin’ mad, I’m so glad I found you
I love bein’ around you
You make it easy, it’s as easy as 1, 2, 1, 2, 3, 4
There’s only one thing to do
Three words for you I love you
There’s only one way to say
Those three words and that’s what I’ll do, I love you
Give me more lovin’ from the very start
Piece me back together when I fall apart
Tell me things you never even tell your closest friends
Make me feel good when I hurt so bad
Best that I’ve had, I’m so glad that I found you
I love bein’ around you
You make it easy, it’s as easy as 1, 2, 1, 2, 3, 4
There’s only one thing to do
Three words for you I love you
There’s only one way to say
Those three words and that’s what I’ll do, I love you
I love you

You make it easy, it’s easy as 
1, 2, 1, 2, 3, 4
There’s only one thing to doThree words for you I love youThere’s only one way to sayThose three words and that’s what I’ll do, I love you
I love you
1, 2, 3, 4
I love you
I love you

Jumat, 04 Januari 2013

Di Atas Awan Kita Kan Menang

OST nya 5cm..
selalu keinget dengan lagu ini, lagu yang cukup menginspirasi

--

Di Atas Awan Kita Kan Menang - Nidji

Cinta satukan hati
Kuatkan jiwa menghadapi dunia
Segala cinta dan muka
Kuatkan semua persahabatan
Kita penantang impian
Biar tak sama kita kan menang
Kita penakluk dunia
Biar tak sama kita kan menang..menang
Bila kau merasa sedih
Ingatlah bahwa kau tak sendiri
Tanpamu tak akan sama
Tanpamu semua berbeda
Kisahmu juga kisahku
Selalu bersama
Kita penantang impian
Biar tak sama kita kan menang
Kita penakluk dunia
Biar tak sama kita kan menang..menang
Melangkah dibawah mentari yang sama
Mencari tempat kita dimasa depan
Berjanji kita tak akan putus asa
Walaupun semua tak akan mudah
Kita penantang impian
Biar tak sama kita kan menang
Kita penakluk dunia
Biar tak sama kita kan menang..menang.