Pages

Tampilkan postingan dengan label Rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rindu. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

Seplastik Rindu Tersapu Abu


Seplastik rindu yang tersapu abu
Terjamah oleh memoar masa lalu
Kembali menjadi puing-puing ingatan masa kelabu
Rindu itu tak berbentuk
Tak berasa juga tak berwarna
Tapi kehadirannya bagai candu yang memuakkan raga
Mengores luka bagi sesiapa yang menikmatinya

Seplastik rindu yang tersapu abu
Menandakan kini kau tak lagi mendua
Tak lagi bersama dalam sebait nada
Meski hanya terbiasa, tak ada senja pun tak berarti tak jingga

Malam sering mengingatkan rindu
Pun hujan, begitu mendamba rindu
Hawa ingin kembali bertemu
Menuai rasa yang pernah ada
Dan kembali untuk jadi cerita

Ini tentang rindu, tentang rasa bisa jadi juga tentang masa
Dan rinduku kini tersapu abu
Tak lagi berbekas juga berbalas

dalam kepingan rindu, februari menjelang rabu

Sabtu, 11 Januari 2014

dear bro.

dear bro.
ada banyak hal yang ingin saya ungkapkan.

mungkin bagi kamu ini ga terlalu penting.
sadarkah? saya rindu dengan semua hal.

dear bro.
kita kakak adik yang terpisah jauh.
karena kita emang kakak adik yang semakin dewasa semakin jauh
meski sebenernya ga ada niat untuk menjauh.
atau, kamu yang menjauh?
atau, mereka yang sengaja menjauhkan.
entah karena waktu, atau keadaan.

dear bro.
saya paham jika kita semakin berbeda.
tapi saya ga mau perbedaan ini bikin kita bukan lagi sodara.
sejak kecil kita sama-sama.
dan diantara yang lain, kita banyak samaannya.

dear bro.
maaf kalo saya ga bisa ngomong ini langsung.
karena saya ngerti, kamu udah mulai bahagia sama keluarga yang disana.
meski terkadang saya ngerasa ada kepalsuan dibalik itu.

dear bro.
kangen pas bisa curhat.
saling menumpahkan pikiran, perasaan meski dalam situasi yang ga tepat.
kangen sama jalan-jalan yang ga jelas, tapi paling ga bisa bikin tenang.
kangen sama debat yang ga berujung, tapi paling ga bikin kita sama-sama ngerti kalo kita cuma hamba yang dho'if.

dear bro.
semoga bisa akur seperti sedia kala.


Sabtu, 09 November 2013

apa kabar saudariku?

ya, apa kabar saudariku?
masih kuingat jelas senyummu yang dulu.
dulu, karena kini kau begitu rapat menyembunyikannya dariku.
semahal itukah?
entah.

masih kuingat jelas semangatmu dalam berilmu.
semangatmu kala mengingatkan kawan-kawan semasa dulu.
dulu, karena kini kau tahan semangat itu.
entah semangat apa yang kau miliki saat ini, aku tak mengerti.

pun masih kuingat kerinduanmu dalam ukhuwah kita dulu.
beberapa hari tak bertemu, kau rindu.
rindu untuk berkumpul dan bersua karnaNya, bukan begitu?

ah, saudariku.
aku sudah lupa jika itu dulu.
entah setan macam apa yang kini merebutmu dariku.
merebut hatimu dari indahnya ukhuwah ini.

saudariku, aku bahkan tak mengerti.
secepat ini bumi berputar, dan secepat itu imanmu berlalu.

baru kemarin rasanya kau bertanya ini, itu dan kau amalkan sebisamu.
baru tadi rasanya kau minta mamamu tuk cepat-cepat belikan hijab yang baru.
hijab yang Alloh kehendaki.
hijab yang benar-benar melindungimu.
namun tak sampai beberapa hari, kau ganti lagi.

kau berubah.
membekaskan setitik kekecewaan di hati kami.

kau berubah.
bahkan tak sedikitpun merasakan kesedihan kami.

bahkan kau tertawa, karena bisa 'berlepas diri' dari kami.
itukah yang selama ini kau mau?
lalu dimana semangatmu yang dulu?

mungkin benar adanya.
jika Alloh tak menghendaki hidayah pada seorang hamba, tak dapatlah hamba itu merasakannya.

saudariku, kami merindukanmu. dan mencintaimu karna Alloh.
semoga hidayahNya kan menerangi kembali hatimu kini :))


Selasa, 01 Januari 2013

Apa Kabar Kamu?

Hai
Apa kabar?

Oh ya, aku lupa, hendaknya aku menyapamu dengan salam penuh keselamatan itu

Assalaamu'alaykum :)

apa kabar kamu?
masihkah membara semangat yang dulu?
semangat yang ingin kau kobarkan sejak dulu
meski tiada yang mengerti semua yang kau lakukan itu

sebenarnya, aku tak berniat menulis puisi hari ini
dan aku pikir, aku memang tidak akan menulis puisi, karena tulisan ini bahkan tak berbentuk bait-bait indah seperti puisi yang selama ini kau nikmati

aku sedang ingin bersantai
menulis dengan tenang
dan sejenak menghilangkan aturan-aturan dalam sebuah tulisan
karena aku hanya ingin bertanya

apa kabar, kamu?

banyak orang aneh di dunia ini
banyak orang biasa-biasa saja tanpa ada yang lain dalam dirinya
dan ada banyak orang-orang yang begitu dirindu kehadirannya, seperti kamu

aku merindukanmu
percayakah kamu?
seandainya dulu aku tidak bertahan dengan pijakanku
mungkin aku masih bertemu denganmu

denganmu, yang bahkan, aku tak pernah tau siapa kamu

kamu bisa berarti apa saja
teman, pikiran, benda, angan-angan, dan segala macam khayalan yang ada di benakku saat ini

apakah aku menulis tanpa arti?
mungkin iya, aku memang menulis dalam kekosongan
tapi tahukah kamu
aku selalu ingat dengan angan-anganku
yang banyak tercampur oleh segala macam komponen abstrak di dunia ini
aku selalu ingin menjadi apa yang ku pikirkan, yang ingin ku katakan kepada dunia ini, kepada semua orang, bahwa aku
ingin
menjadi
diriku
sendiri .

entah apa yang akan mereka pikirkan
apa yang akan mereka katakan tentangku
aku tak ingin peduli

tapi
bukan berarti aku tidak peduli dengan semua hal

aku bukan berarti sombong
aku hanya ingin berbeda, dan aku menikmati perbedaan itu
aku ingin menemukanmu dengan caraku sendiri
aku ingin menikmati semua hal dengan cara yang kusuka
asal,
tidak bertentangan dengan segala aturanNya

simpel saja, setiap orang punya kepribadian yang berbeda
kamu pun akan menemukan cara yang berbeda

apa kabar kamu?
masihkah membara semangat yang dulu
semangat untuk melambungkan asa itu
semangat untuk menyingkap tabir gelap yang selama ini kita temui
aku ingin semangat itu ada padaku
karena kamu, adalah segala yng ada di benakku
untukmu, dan harapan itu

cahaya yang akan merekah ditengah gelapnya dunia yang menunggu
menunggumu, aku, dan semangat itu